Penyambutan Mahasiswa Baru



                 Perjalanan seorang mahasiswa dimulai dari ospek. Ritual yang harus dijalani setiap maba di Indonesia. Universitas mana sih yang nggak ada ospeknya? Semuanya pasti ada. Padahal menurut gue ospek itu gak penting yaa. Alasannya banyak.
             Pertama, upacara. Kegiatan ospek pasti dimulai dengan upacara. Yaelah… Di kampus kagak ada upacara buat mahasiswa. Yang ada buat dosen noh pas peringatan hari guru sama hardiknas. Kok bisa-bisanya para maba disuruh upacara. 

               Kedua, segala sesuatunya ditentukan. Mulai dari pakaian yang harus seragam, model rambut, model sepatu, sampai barang-barang yang ada di tas ditentukan. Mahasiswa pan udah kagak perlu beli seragam. Paling beli jas doang. Elo kuliah pake jeans, boleh kok. Rambut mohawk? Boleh ikut kuliah. Bebas dah. Elo bebas berekspresi sesuka hati lo.
                    Ketiga, tradisi. Setiap fakultas punya tradisi. Ada yang bentuknya ritual, aktivitas, dan lain-lain yang akan ditularkan ke generasi baru. Jadi, misi ospek itu selain memperkenalkan kehidupan kampus juga menularkan tradisi. Kemaren, pas gue ospek, gerombolan maba dari teknik mesin lewat di depan fakultas gue. Terus mereka teriak-teriak. Kenceng banget teriakannya sampai mengganggu ospek fakultas gue. Gue merasa risih dengan itu. Tiba-tiba kakak di sebelah gue bilang begini “Mereka itu musuh kita, dek. Orang kayak gitu gausah digubris” katanya. Lha, siapa yang ngegubris? Yang ada malah si kakak-kakak itu yang saling memandang tajam. Maba mah gak ikut-ikutan keles. Lagian kita disini cari ilmu. Bukan cari musuh. Itulah secuplik gambaran tentang ospek.
                     Sekarang ini, citra ospek sudah lebih baik. Kalo dulu kesannya kejam banget ya. Sampek ada yang digebukin rame-rame. Anak orang diplekotho. Gak ada rasa kemanusiaannya sama sekali. Ketika ospek, seorang pun tidak dilarang menentang perintah. Semuanya harus nurut. Meskipun ospek sekarang udah beda, tetep aja maba harus nurut. Kekuasaan masih ada di kakak-kakak mahasiswa.
            Menurut gue, ospek itu menyambut maba dengan festival, pelatihan untuk penyambutan intinya, dan pesta sebagai penutup. Maba dihadapkan dengan banyak pilihan komunitas dan organisasi. Ada tour guide yang mengajak maba berkeliling untuk mengetahui seluk beluk kampus. Dengan begitu, mereka akan lebih nyaman untuk berkenalan dan berinteraksi. Sedangkan pelatihannya untuk mempersiapkan mereka memasuki kehidupan kampus. Dimana mereka harus kritis, berbudaya, professional, berjiwa pemimpin, dan sebagainya. Nah, kelulusan dalam pelatihan dirayakan dengan pesta. Sekalian untuk mengakrabkan diri. Kalo penyambutannya begini, gue jamin ospek bakal damai dan seru.
                 Mahasiswa itu special lho guys. Tau nggak kenapa? Karena mahasiswa sebagai agen perubahan. Mereka adalah orang yang berkomitmen untuk membangun bangsa lebih baik lagi. Oleh karena itu, sambutlah mereka dengan penyambutan terbaik. Hidup Mahasiswa!

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba #CAKuis tgl 9 Juli 2014. Saya tau akan kalah makanya saya posting disini hehehe. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Expired] Voucher Krispy Kreme sampai 26 April 2017