Perjalanan
seorang mahasiswa dimulai dari ospek. Ritual yang harus dijalani setiap maba di
Indonesia. Universitas mana sih yang nggak ada ospeknya? Semuanya pasti ada.
Padahal menurut gue ospek itu gak penting yaa. Alasannya banyak.
Pertama,
upacara. Kegiatan ospek pasti dimulai dengan upacara. Yaelah… Di kampus kagak
ada upacara buat mahasiswa. Yang ada buat dosen noh pas peringatan hari guru sama hardiknas. Kok bisa-bisanya para
maba disuruh upacara.
 |
| Source : Ramayana Departement Store (facebook) |
" Fladeo Diskon Dobel!!! Diskon 50% + 30% sekarang ditambah lagi diskonnya menjadi 50% + 40%!! Saya kasih waktu cuma 15 menit saja yaa.. Ayo buruan diserbu sepatunya. Merek terkenal diskon 50% + 40% cuma 15 menit aja! "
Halooo….. long time no see yaa…..
Kali ini aku mau curhat aja sih. Curhat tentang kegalauanku. Aku milih curhat disini karena aku gak mau curhat sama orang-orang yang aku kenal. Aku malu. Lagipula nanti yang ada aku dimarahi sama mereka. Ditanya habis-habisan dan memberikan ekspresi yang akan membuatku tambah down.
Oke, tanpa basa-basi lagi aku mulai curhat yaa….
Aku ini sudah semester 6. Semester depan aku sudah mulai skripsi dan profesi alias belajar di lapangan (rumah sakit, puskesmas, klinik, dll). Kemarin aku melakukan kesalahan yang teramat fatal. Aku gak ikut ujian praktikum. Sudah bisa dipastikan aku bakalan dapet nilai E. FYI, aku ada di blok gastrointestinal. Menjemput nilai E dengan sengaja itu sama dengan cari mati. Iya kan?
Banyak wanita yang didekatkan dengan hijab alias menutup aurotnya. Banyak pula yang akhirnya memutuskan
untuk berhijab namun masih banyak juga yang tidak. Wanita-wanita itu jika
ditanya “Kapan kamu akan berhijab?” mereka pasti menghindar dari pertanyaan tersebut
dan mengatakan “ah, hatiku yang berhijab” maksudnya mereka memandang bahwa
hijab itu bukanlah suatu hal yang penting. Yang penting hatinya bersih. Yang penting
imannya kuat. Inilah permasalahan sepele yang membuat mereka terlihat sangat
malang di mataku. Kenapa? Karena itu sebuah pernyataan yang salah. Benar-benar
salah
.
Apakah benar hatimu akan bersih jika
tidak berhijab?
Ini fiksimini yang aku kirim buat lomba tapi gak lolos hehe.. jadi ku posting disini. jangan lupa komentar yaa..
Secangkir kopi yang dingin itu belum kusentuh sama sekali.
Dilirik pun tidak. Akhir-akhir ini 5 rekan kerjaku mendadak sakit dan harus
dirawat inap. Jadi hanya 2 orang yang akan menyelesaikan sebuah proyek hotel
senilai 10 milyar ini. Konsentrasiku pun hanya terpusat disana. Tidak ada suatu
hal pun di pikiranku selain menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan ini sebelum
deadline menghampiri. Aku sangat bersemangat di detik-detk terakhir. Satu
paragraf lagi.
Srek!
Bola mataku bergerak ke sumber suara. Sebuah buku berwarna
biru muda menyembul di balik kertas HVS meminta sedikit perhatian dariku. Membuat
hatiku bergetar. Agenda ini mengingatkanku akan seseorang. Dialah Adit. Orang
pertama yang membuatku nyaman di hari kerja pertamaku. Orang yang membuat deadline
menjadi hal yang menyenangkan. Tempat suka dan dukaku. Dialah orang yang selalu
ada untukku sampai hari itu. Hari dimana ia memberiku kejutan dengan jasad yang
penuh darah, kado dan setangkai mawar di hari ulang tahunku.
Agenda ini adalah kado darinya. Dalam agenda dia mengucapkan
selamat ulang tahun. Dalam agenda dia berpesan. Dan.. di dalam agenda juga ia
mengungkapkan cintanya padaku. Aku harus ikhlas.
Kupajang kembali bingkai foto yang sempat kusembunyikan dari
dunia sejak hari itu.
“Terima kasih Cinta…”
“Aku juga mencintaimu Adit. Semoga kamu tenang disana yaa”